IPOL.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan mendalami keterlibatan pejabat lain dalam kasus dugaan pemerasan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI.
Pasalnya kasus pemerasan ini terjadi sejak 2019 atau era Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah. Praktik itu terus berlanjut hingga sekarang atau era Menaker Yassierli.
“Kemudian bagaimana dengan pemain-pemain yang lama? Atau mungkin pegawai-pegawai yang lama? Nanti akan dilakukan pendalaman sama Pak Deputi sama Kasatgas Penyidikan. Karena akan pasti ditarik mundur ke belakang sampai dengan awal tahun 2019,” tegas Ketua KPK Setyo Budiyanto sebagaimana dikutip pernyataannya, Sabtu (23/8/2025).
Meski begitu, Setyo mengatakan belum ditemukan aliran uang ke pihak-pihak lain. Sejauh ini hanya mengalir ke Wamenaker, Immanuel Ebenezer alias Noel dan 10 tersangka lain kasus pemerasan itu.
Namun, KPK bakal mendalami dugaan keterlibatan pejabat lain di kasus ini. “Termasuk juga mungkin apakah ada uang-uang itu yang mengalir, sementara tidak ada. Sementara yang ada adalah kepada IEG tadi hanya satu unit motor roda dua, kemudian uang lebih kurang sekitar Rp 3 miliar,” sebutnya.

