IPOL.ID – Anggota Komisi IX DPR Nurhadi melontarkan kritik keras terhadap rencana pembangunan 500 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) dalam lima tahun ke depan.
Menurutnya, wacana tersebut menunjukkan kekeliruan dalam menentukan prioritas nasional di tengah masih banyaknya persoalan mendasar di bidang kesehatan dan pangan.
“Rencana pembangunan 500 batalyon yang digembar-gemborkan saya nilai keliru dalam penentuan prioritas. Negara ini masih menghadapi masalah gizi buruk, stunting, dan akses pangan yang belum merata. Lalu tiba-tiba rakyat disuguhi wacana pembentukan batalyon baru seolah-olah itu solusi semua masalah. Saya tegaskan: ketahanan bangsa dimulai dari perut rakyat, bukan dari barak tentara,” ujar Nurhadi, Rabu (27/8).
Untuk diketahui, pemerintah menargetkan pembangunan 500 Yonif TP yang digagas Kementerian Pertahanan untuk memperkuat pertahanan nasional sekaligus mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto, termasuk ketahanan pangan hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).
