“Selain antusiasme, kemampuan peserta juga menunjukkan progres yang sangat baik karena kemungkinan besar banyak yang sudah bergabung dengan SSB. Saya rasa MilkLife Soccer Challenge memiliki dampak yang sangat kuat dalam ekosistem sepak bola putri Indonesia mulai dari mengenalkan dunia sepak bola dari usia sangat dini di KU 8 hingga penyelenggaraan turnamen yang berjenjang dan berkelanjutan. Teknik bermain bola, kecepatan, daya juang, mampu menempatkan diri pada posisi dan bertanggung jawab menjadi kriteria penilaian peserta bisa masuk dalam radar tim talent scouting,” jelas Coach Sai Dong.
Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Edi Supriyanto mengatakan penyelenggaraan MLSC Surabaya Seri 1 2025 – 2026 menjadi komitmen untuk terus menjaga pertumbuhan ekosistem sepak bola putri secara berjenjang dan berkelanjutan. Tak hanya di kelompok usia dini, Edi menambahkan HYDROPLUS Soccer League U-14 yang sebelumnya hanya digelar di Kudus, Jawa Tengah juga dicanangkan bergulir di Surabaya, sebagai wadah perkembangan para putri yang telah mengasah kemampuan mereka di SSB. Hal ini tak lepas dari banyaknya SSB di Kota Surabaya yang telah membuka kelas untuk putri.
