Dijelaskan Abdullah Ibnu Thalhah, tema yang diusung ‘Merdeka atau Mati Kutu’ merupakan metafora dan refleksi kritis yang nakal namun mendalam, antara semangat perjuangan dan ironi ketertinggalan. Antara keberanian menjadi merdeka atau diam terjajah oleh ‘kutu’ kebodohan, stagnasi, korupsi, dan ketidakpedulian yang menghancurkan.
Kemerdekaan adalah anugerah dan amanah. Namun di tengah gegap gempita perayaan, seringkali kita lupa bahwa kemerdekaan sejatinya adalah proses kesadaran, imajinasi, keberanian untuk melihat ke dalam diri, dan kemampuan untuk tertawa — bahkan pada luka sejarah dan ironi bangsa.
Kartun sebagai bahasa visual yang jenaka dan reflektif, memiliki kekuatan luar biasa dalam mengajak publik bercermin pada kenyataan dengan cara yang menggugah sekaligus jenaka menghibur.
Pameran Kartun Nasional ‘Merdeka atau Mati Kutu’ dikuratori oleh M. Rahman Athian, Dosen Seni Rupa Universitas Negeri Semarang ini akan dibuka pada Minggu, 17 Agustus 2025 pukul 16.00 WIB serta terbuka untuk umum.
