“Mudah-mudahan ke depan akan ada liga atau turnamen resmi Korfball di Indonesia. Di Porprov saja belum dipertandingkan, tapi kami optimistis tahun ini Kejurnas bisa digelar,” ujarnya.
Coach Raymond Mollet mengaku terkesan dengan potensi atlet Indonesia. Menurutnya, dalam lima hingga enam tahun ke depan, Indonesia berpeluang menjadi salah satu tim top di Asia.
“Potensi atlet di Indonesia khususnya di DKI Jakarta sangat bagus. Postur tubuh tidak menjadi hambatan di Korfball, yang terpenting adalah kecerdasan bermain, kelincahan, dan kemampuan bekerja sama dalam tim,” kata Raymond.
Pelatih yang telah lama terlibat di kancah internasional ini berharap olahraga Korfball bisa lebih dikenal di seluruh Indonesia.
Ia juga menargetkan agar Tim Nasional Indonesia dan tim DKI Jakarta dapat mengikuti lebih banyak kompetisi internasional dan bersaing dengan tim-tim papan atas dunia.
Olahraga Korfball masih tergolong baru di Indonesia dan belum sepopuler cabang olahraga lain seperti basket atau futsal.
Namun, format permainan yang unik — dengan melibatkan pemain pria dan wanita dalam satu tim — menjadi daya tarik tersendiri.

