“Kami Persambi adalah organisasi yang dilindungi oleh Undang-undang. Merupakan tanggung jawab saya untuk meminta bantuan pemerintah. Kami sudah meminta audiensi ke pemerintah, mungkin dalam waktu dekat akan diagendakan,” ungkap Bayu.
Keyakinan Bayu itu tumbuh mengingat pergelaran olahraga bela diri sambo ini akan menjadi pembuktian nyata dari kerja sama Indonesia dan Rusia khususnya dalam bidang olahraga yang ditandatangani ketika Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin saat berkunjung ke negara tersebut.
Karenanya, bila Kejuaraan Dunia SAMBO di Indonesia nanti berjalan sukses, maka hubungan Indonesia dengan Rusia akan bertambah erat.
Melihat hubungan baik Presiden Prabowo dan Presiden Putin, perlu ada dukungan penuh dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk terus mensupport olahraga beladiri Sambo, termasuk Kejuaraan Dunia Sambo mendatang.
Bahkan Bayu juga akan segera melakukan kunjungan ke Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergey Tolchenov untuk membicarakan masalah kejuaraan dunia bela diri Sambo dan perkembangan olahraga asal Rusia itu di Indonesia.

