Sementara, Data Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mencatat dalam kurun waktu satu minggu terakhir terpantau jumlah titik panas berhasil diidentifikasi citra satelit dan satgas udara maupun darat tercatat mencapai 855 titik panas. Luas lahan terdampak karhutla mencapai 1.149,02 hektar.
Menghadapi bencana asap, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 17 April 2025. Status ini akan berakhir pada 31 Oktober 2025 nanti.
Terkait karhutla yang terjadi di Kalimantan Barat, Prabowo segera menginstruksikan kepada jajaran BNPB untuk melakukan berbagai upaya dan langkah strategis untuk penanganan darurat karhutla di Kalbar.
Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto segera melaksanakan arahan dari Prabowo dengan melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna mempercepat penanganan darurat karhutla di Kalimantan Barat.
Langkah-langkah strategis tersebut dirumuskan dan bersinergi dengan berbagai pihak terlibat langsung dalam proses penanganan karhutla.
