Kepala Negara juga menyinggung pelajaran dari sejarah Kekaisaran Ottoman yang menekankan pentingnya pendidikan kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan. Nilai tersebut, menurutnya, tetap relevan dalam membentuk pemimpin daerah yang setia pada bangsa.
“Saudara harus menjalankan pemerintah yang bersih dan adil. Kalau tidak, saudara tidak akan berhasil. Ini berlaku untuk setiap tingkat,” ujarnya.
Ia menegaskan amanat menegakkan pemerintahan bersih bukan hanya kewajiban Presiden, melainkan seluruh jajaran pemimpin hingga tingkat desa dan kelurahan.
Prabowo mengingatkan bahwa pemerintahan yang korup tidak akan mampu membawa kesejahteraan bagi rakyat.
“Saya harus menegakkan pemerintah yang bersih dan adil. Ini kewajiban saya. Dan ini kewajiban semua bupati-bupati, dan wali kota-wali kota, dan camat-camat, dan kepala-kepala desa, dan lurah-lurah. Kalau tidak, kita tidak akan jadi negara yang berhasil. Tidak mungkin ada kemakmuran. Pemerintah yang korup, tidak mungkin membawa kemakmuran kepada rakyat,” pungkasnya. (far)

