IPOL.ID – Kisah One Piece yang tengah viral ikut menjadi perhatian Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i. Wamenag melihat itu sebagai bagian fenomena budaya populer di kalangan generasi muda.
“Saya memahami One Piece itu manga anime atau kartun fiksi yang mengangkat semangat anti-penindasan, anti-penjajahan, dan anti-ketidakadilan. Nilai anti penindasan kan positif. Nilai anti penjajahan juga positif. Ini termasuk nilai yang juga diperjuangkan Presiden Prabowo melalui semangat kemandirian bangsa,” kata Wamenag di Jakarta, mengutip Kamis (7/8/2025).
“Jika ada anak muda senang dengan kisah fiksi One Piece, kita bisa ajak mereka untuk mendukung program terbaik Presiden dan semangat serta energi itu bisa kita arahkan untuk mengibarkan dan membela Merah Putih. Jadi kita bisa arahkan itu untuk memperkuat nasionalisme. Nakama kibarkan Merah Putih,” tegasnya.
Kisah fiksi One Piece ditulis pada akhir tahun 90-an oleh penulis dari Jepang, Eiichiro Oda. Di Indonesia, kata Wamenag, juga banyak kisah pahlawan, para pejuang bangsa dan itu kisah nyata, bukan fiksi. “Kisah-kisah pahlawan ini bisa dikemas juga dalam bentuk rangakain saga kejuangan pahlawan yang sarat nilai dan itu kontekstual dengan Indonesia,” papar Wamenag.
