Tidak hanya pelajar, rombongan mahasiswa dari sejumlah kampus tiba menggunakan bus dan angkot. Mereka menyanyikan lagu Buruh Tani dan menyerukan aksi dilanjutkan, tetapi terhalang barikade aparat di depan DPR.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menyampaikan himbauan agar demo tetap berjalan dengan tertib.
“Silakan menyampaikan pendapat, tetapi tetap dalam koridor hukum. Jangan anarkis, jangan rusak fasilitas negara,” kata Susatyo.
Namun, imbauan itu tidak diindahkan massa. Sebagian demonstran tetap berusaha menembus barikade beton Transjakarta hingga sebagian rusak. Pada pukul 13.30 WIB, situasi sekitar DPR masih tegang. Orasi mahasiswa terus menggema, sementara aparat berjaga dengan tameng, gas air mata, dan water cannon.
Kericuhan juga berdampak pada lalu lintas. Jalan Gerbang Pemuda macet hampir 500 meter. Polisi meniup peluit dan mengatur kendaraan.
“Yang masih pakai motor di flyover maju, ini bukan tontonan. Silakan jalan, jangan berhenti,” seru Susatyo.
Sementara itu, Kepala Bagian Operasi Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Robby Hefadus, menjelaskan pengalihan arus.
