Mengembangkan permainan rali-rali panjang di set pertama, petenis berusia 28 tahun ini hanya kehilangan 2 game saja untuk menang 6-2.
Memasuki set kedua Anthony Susanto sempat kehilangan fokus dan sering melakukan kesalahan-kesalahan sendiri sehingga tertinggal 0-3.
Namun anggota tim Davis Indonesia ini, dapat menemukan momentumnya untuk bangkit dan akhirnya menutup laga tersebut dengan skor akhir 7-5.
“Bermain dengan sangat baik di set pertama berkat strategi yang sesuai rencana dengan mengembangkan rali panjang merupakan kunci keberhasilan dalam memenangkan pertandingan ini. Meskipun sempat banyak melakukan unforced error di set kedua, namun dengan pengalaman dan mental bertanding yang kuat, dirinya dapat kembali fokus dan akhirnya berbuah kemenangan,” ujarnya.
Sayangnya performa impresif kedua tunggal putra tersebut, tak mampu di ikuti oleh Renaldi Aqila Salim saat menghadapi pemuncak klasemen Grup B, Luca Liu dari Amerika Serikat.
Bermain cukup meyakinkan terutama di set pertama, namun hal tersebut belumlah cukup untuk menghindarkannya dari kekalahan 3-6 dan 2-6, sehingga membuatnya terpuruk didasar klasemen sementara grup B.
