Dia berjanji akan lebih berhati-hati dalam memilih kata agar pesan kebijakan pemerintah tersampaikan jelas tanpa menyinggung pihak mana pun.
“Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kami, dan semoga publik dan rakyat Indonesia menerima permohonan maaf kami,” ujar dia.
Sebelumnya, pernyataan Nusron soal tanah terlantar memicu meme dan parodi di media sosial. Saat itu ia mengatakan, tanah yang menganggur selama dua tahun dapat diambil alih negara, dengan alasan bahwa seluruh tanah di Indonesia pada dasarnya milik negara, sementara masyarakat hanya memiliki status kepemilikan. (far)

