KS punya posisi ideal untuk mendukung proyek ini melalui penyediaan bahan konstruksi berbasis baja dan logam.
“Cukup dengan rumah, bisa jadi perusahaan raksasa,” tegas Fahri.
Menurutnya, program ini akan menjadi proyek perumahan terbesar sepanjang sejarah Indonesia.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan sedikitnya Rp43,6 triliun setiap tahun untuk renovasi dua juta rumah, termasuk penyediaan sanitasi dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Industri Baja Masuk ke Bisnis Hunian:
Wamen PKP memaparkan visi jangka panjang: Krakatau Steel tidak hanya memproduksi baja, tetapi juga menjadi one-stop solution untuk sektor hunian.
Fahri membayangkan KS memiliki mal perumahan, tempat semua kebutuhan pembangunan rumah tersedia.
Mulai dari struktur baja, kerangka dinding, lantai, hingga sistem sanitasi dan water treatment.
“KS bisa bikin anak dan cucu perusahaan di sektor perumahan. Ini bukan mimpi, ini bisnis besar,” ujarnya.
KS bisa menggandeng perbankan dan sektor swasta untuk mewujudkan model kawasan permukiman terpadu dengan nilai investasi per kawasan sekitar Rp20 – 22 miliar.
