Hejer menuturkan bahwa ayahnya pertama kali merasakan keluhan sesak sekitar sepuluh tahun lalu. Awalnya Abdul Rahman sering mengeluhkan nyeri dada dan sesak napas setelah beraktivitas. Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, dokter memutuskan untuk melakukan tindakan operasi katup jantung sebagai bagian dari pengobatan
“Mulanya itu karena keturunan juga, lalu ayah sering merasa nyesek. Setelah diperiksa, ternyata dokter menyarankan operasi katup jantung. Itu operasi pertama dan sampai sekarang rutin kontrol di RSCM,” ujarnya.
Sejak saat itu, Abdul Rahman rutin menjalani kontrol kesehatan di RSCM. Hejer mengaku bersyukur karena tidak ada kendala dalam mengakses layanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan. Meski terkadang obat yang diresepkan dokter tidak sepenuhnya tersedia sesuai jumlah, namun pelayanan yang diberikan tetap memadai.
“Kalau dokter kasih resep, misalnya sepuluh obat kadang dari apotek hanya dapat lima dengan alasan obat yang tersedia hanya segitu. Tetapi untuk kami itu tidak menjadi masalah selama ayah tetap bisa minum obat sesuai dengan kebutuhan nya saat itu,” ungkap Hejer.

