IPOL.ID – Abdul Rahman (63) terduduk lemas. Pasien penyakit jantung dan paru itu ditemani sang anak, Hejer (22) mengantre di loket poliklinik RS Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. Namun demikian Abdul dan anaknya tetap semangat menjalani pengobatan.
Adalah program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang membuat hidup Abdul terbantu. Pasalnya seluruh biaya pengobatan dan operasi yang selama ini ia jalani, terbantu sepenuhnya oleh JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. “Kalau tanpa BPJS Kesehatan, mungkin kami sudah bingung harus menghadapi biaya yang besar. Tetapi dengan adanya BPJS Kesehatan, ayah bisa berobat secara rutin,” ungkap Hejer ditemui baru-baru ini.
Rasa syukur Abdul ia ungkapkan sepenuh hati. Bagaimana tidak, selama 10 tahun terakhir ia harus bejibaku dengan penyakitnya. Dan selama itu pula, JKN telah membantu meringankan biayanya.
Dikatakan Hejer, ayahnya adalah seorang pensiunan yang tinggal di Kawasan Rawa Sari, Jakarta Pusat. Kata dokter, lanjut Hejer, ayahnya menderita sakit jantung dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
