“Saya tidak mengerti kenapa harus Rp6.500. Padahal petunjuk Presiden lebih besar dari itu,” tegasnya.
Sebelumnya, biaya MBG disebut berada di kisaran Rp8 ribu ribu–Rp10 ribu per porsi.
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, meminta maaf atas berbagai masalah dalam program MBG, termasuk kasus keracunan yang terjadi di sejumlah daerah.
Ia menegaskan semua dapur MBG harus melengkapi sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sertifikat halal, dan jaminan kualitas air dalam waktu satu bulan. BGN juga menggandeng Kemendikdasmen mendirikan 16 Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) untuk memperkuat pengawasan.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan pemerintah provinsi menyiapkan dapur MBG jangka panjang agar lebih layak dan berkelanjutan. Menurutnya, Sulsel membutuhkan sekitar 900 dapur MBG, tetapi realisasi saat ini baru 76 unit.
“Sinergi semua pihak sangat penting agar MBG benar-benar sampai ke anak-anak dengan kualitas terbaik,” katanya.
Hingga 29 September 2025, BGN mencatat ada 5.914 orang di berbagai daerah mengalami keracunan akibat makanan MBG. Di Makassar sendiri, total penerima manfaat MBG mencapai 138.636 orang.
