Sebanyak 500 personel keamanan gabungan dari Polres Metro Jakarta Selatan, Brimob, Samapta, dan satuan pendukung lainnya, seperti Damkar dan Pamdal Kementerian Pertanian, dikerahkan untuk menjaga ketertiban.
Aksi massa diawali menuju pintu utama kementerian dan pukul 10.02 WIB orasi dimulai dengan berbagai aspirasi disampaikan oleh Koordinator lapangan, Damuri, menekankan tuntutan utama mereka, yaitu pelaksanaan putusan MK No. 87/PUU-XI/2013 tentang kelembagaan petani.
Kemudian, modernisasi alat pertanian untuk meningkatkan produktivitas, penyediaan infrastruktur irigasi yang memadai. Lalu legalisasi tanah pertanian yang dikelola petani.
Perwakilan massa juga menyoroti masalah harga pupuk subsidi yang melambung tinggi di wilayah mereka, yaitu Rp350 ribu per kuintal, jauh di atas harga seharusnya.
Pukul 10.25 WIB, sedikitnya 20 perwakilan pengunjuk rasa dipimpin Damuri di fasilitasi oleh Kapolres Jakarta Selatan, diterima untuk audiensi oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di Gedung D Hall Kementan.
