“Semua karena cinta. Kalau cinta tuh keluar duit juga enak. Jadi kalau cinta apa juga dijalankan. Jadi bukan karena saya tidak takutkan, tapi ini karena kecintaan saya akan catur,” tandasnya.
Dedikasi dan cinta Eka Putra Wirya kepada pembinaan catur memang tak perlu diragukan lagi. Eka tak hanya berkontribusi secara materi tapi juga menyumbangkan gagasan-gagasan bernas untuk lebih mempopulerkan catur kepada masyarakat Indonesia. Salah satunya dengan mendirikan SCUA dan Museum Catur Indonesia. Ia juga berhasil mengajak institusi pendidikan BPK Penabur untuk turut aktif memajukan catur dengan menggelar turnamen untuk para pelajar baik skala nasional maupun internasional.
Sebagai wujud cintanya pada catur Eka juga berkeinginan untuk bisa mendirikan SCUA dan Museum Catur Indonesia di berbagai daerah di Indonesia. Rencana positif ini bertujuan agar semakin banyak anak-anak yang menggemari catur.
Sejalan dengan misi tersebut SCUA Bekasi kini rutin menggelar Chess Fun Night.
“Jadi, tiap hari Selasa, dua minggu sekali, kita di Cafe Tutur membuat catur gembira. Kita ingin menyenangkan anak-anak kecil. Supaya catur mereka senang dengan catur. Kalau kita terlalu serius, mungkin mereka nggak mau. Tapi dengan cara kita memberikan sesuatu yang menarik, sesuatu yang gembira. Tentu kalau udah gembira ilmunya kita bisa masukkan dengan baik,” tuturnya.

