Pendidikan harus menjadi jalan pembuka masa depan, bukan sumber kesenjangan baru. Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Imamuddin mengatakan, masih ada kebingungan apakah zonasi atau nilai dan prestasi yang lebih diutamakan. Meskipun, sosialisasi prioritas 1, 2, dan 3 telah dilaksanakan.
“Sosialisasi tentang prioritas 1, 2, dan 3 sebenarnya sudah cukup dipahami masyarakat. Namun, masih banyak pertanyaan terkait apakah zonasi menjadi prioritas pertama, atau nilai dan prestasi yang didahulukan,” ujar Imamuddin, beberpa waktu lalu.
Pertanyaan di tengah masyarakat itu, sambung dia, disebabkan masih ada warga yang tinggal dekat sekolah, namun anaknya tidak diterima karena nilai dianggap kurang.
Imamuddin memandang keterbatasan jumlah sekolah negeri yang turut memperparah situasi. Banyak warga ingin anaknya masuk sekolah negeri tapi daya tampung sangat terbatas.
Idealnya, kata dia, Pemprov DKI Jakarta membangun sekolah negeri di setiap kelurahan. Berdasarkan data Dinas Pendidikan, masih banyak kelurahan di Jakarta yang belum memiliki sekolah negeri.
