2. Paviliun Nasional (City of Charm) – Seluas 108 m², akan menampilkan potensi Provinsi Kalimantan Selatan bersama Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Tapin. Fokus utamanya adalah perdagangan, investasi, pariwisata, dan budaya.
3. Paviliun Kecerdasan Buatan (AI) – Dengan luas 36 m², paviliun ini memberi ruang bagi startup dan perusahaan teknologi Indonesia untuk menampilkan inovasi digital berbasis AI.
“Debut Paviliun Kecerdasan Buatan menegaskan kesiapan Indonesia menjadi pemain kunci dalam industri teknologi tinggi di kawasan,” jelas Miftah Farid, Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag sekaligus pimpinan delegasi RI di CAEXPO 2025, pada Selasa (16/9/2025).
Ada sejumlah perusahaan ikut serta, di antaranya PT Rahayu Alam Arto (kopi), Jember Fashion Carnaval (fesyen), PT Inti Alam Andalas (rempah dan hasil laut), PT Metro Impex Makmur (produk turunan kelapa), serta PT Amora Walet Indonesia (sarang burung walet).
CAEXPO menjadi ajang penting dalam kerangka China–ASEAN Free Trade Area (CAFTA). Tiongkok sendiri merupakan mitra dagang terbesar Indonesia. Selama 2020–2024, perdagangan kedua negara tumbuh rata-rata 15,63% per tahun. Pada 2024, total perdagangan mencapai USD 136,59 miliar, dengan ekspor Indonesia senilai USD 62,74 miliar dan impor USD 73,85 miliar. Hingga Juli 2025, total perdagangan sudah menembus USD 83,87 miliar.
