“Pas sudah tenang, ditanya barus anak saya ngaku jadi korban pelecehan. Posisi saya juga kan waktu itu pulang kerja,” ungkap Rasyid.
Dia juga merasa kecewa dengan petugas TransJakarta yang hanya menertawakan anaknya usai mendapatkan pelecehan oleh pria tak dikenal.
Menurut Rasyid, anaknya saat ini mengalami trauma dan tidak mau berangkat ke sekolah.
“Masih trauma mas, kalau pelaku sih dari rekaman video seperti orang gila gitu,” ujarnya.
Namun S korban eksibisionis di JPO Halte TransJakarta Jatinegara, belum membuat laporan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur.
Ayah korban, Abdul mengatakan, dirinya masih belum berminat membuat laporan ke Polrea Jakarta Timur karena jarak rumahnya yang jauh.
Dia mengaku, dirinya tinggal di kawasan Tanjung Priok.
“Belum buat laporan polisi, soalnya anaknya trauma,” bebernya, Selasa (22/9/2025).
Terpisah, korban S berharap pelaku bisa segera ditangkap agar tidak membuat resah masyarakat khususnya perempuan.
“Saya juga pengen petugas TransJakarta minta maaf karena dia malah main handphone dan tertawa,” tegasnya.

