“Kami ingin mendengar langsung dari masyarakat sipil tentang apa yang harus Polri lakukan ke depan dalam menjaga ruang demokrasi agar tetap berjalan lancar, aman, dan pesan tersampaikan,” kata Kapolri.
Kapolri menambahkan, dialog serupa akan rutin digelar ke depannya agar Polri tetap adaptif terhadap aspirasi publik. Kapolri juga menyinggung kerusuhan yang terjadi pada Agustus–September lalu, yang menurutnya, bisa mengganggu stabilitas keamanan dan iklim investasi. Peristiwa itu, katanya, harus direspons dengan bijak melalui kombinasi penegakan hukum, pendekatan restoratif, dan edukasi.
“Kami harus melakukan pemilahan mana yang bisa diproses, mana yang kemudian kami berikan restoratif, dan mana yang kemudian ke depan harus kita lebih edukasi,” paparnya.
Lewat kegiatan ini, Kapolri juga memastikan bahwa Polri akan terus berupaya melakukan transformasi reformasi serta beradaptasi dengan segala bentuk tantangan zaman yang ada.
Dalam forum tersebut, Rocky Gerung menekankan Polri harus memiliki hubungan organik dengan masyarakat sipil, berbeda dengan militer yang bekerja lewat komando. “Polisi membutuhkan organic partner. Tentara tidak,” pungkas Rocky.
