“UBAA selaku Senior Manager Monetisasi Minyak dan Gas Bumi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi periode 2017-2021 dan STH selaku Direksi PT Pertamina International Shipping,” terang Anang di kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (4/9/2025).
Anang menjelaskan, keenam saksi ini diperiksa di Gedung Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) atau Gedung Bundar Kejagung RI.
Keenamnya diperiksa berkaitan dengan tersangka HW.
“Diperiksa terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dimaksud atas nama tersangka HW dan kawan-kawan,” kata Anang.
Sebagai informasi, Kejagung telah menetapkan sembilan tersangka baru dalam kasus minyak mentah PT Pertamina. Salah satu tersangka adalah M Riza Chalid selaku Beneficial Owner PT Orbit Terminal Merak. Kemudian, AN selaku VP Supply dan Distribusi PT Pertamina 2011-2015 dan HB selaku Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina pada 2014.
Selain itu, TN selaku VP Integrated Supply Charge 2017-2018, DS selaku VP Crude and Product PT Pertamina 2018-2020 dan AS selaku Direktur Gas Petrochemical PT Pertamina Internasional Shiping.
