Meski demikian, dia tak menutup mata terhadap kendala teknis. “Kadang koneksi lambat, aplikasi susah dibuka, atau mati lampu. Itu yang jadi kendala utama,” ujarnya.
Namun, kendala tersebut tidak membuat semangatnya surut. Justru ia merasa bersukur dan terbantu dengan fasilitas yang tersedia.
“Alhamdulillah, enak mengajar di sini. Kita pergunakan fasilitas yang ada sehingga aktivitas belajar bisa lancar,” katanya.
Lebih dari sekadar teknologi, Ruwaidawati juga menyoroti karakter murid-muridnya yang menyenangkan.
“Sejauh ini kelas ini sangat menyenangkan. Anak-anaknya patuh, jadi suasana belajar enak,” cerita Ruwaidawati sambil tersenyum.
Sementara itu, Sadri, Kepala MTsN 1 Gayo Lues mengatakan, kelas digital membuat pelajaran lebih simpel dan memiliki kelebihan.
“Dengan sistem yang ada, orangtua bisa mengawasi anaknya di sekolah. Karena selain akun siswa, orangtua juga memiliki akun,” ujarnya.
Jadi, kata Sadri, itu menjadi salah satu pendorong untuk memotivasi anak-anak.
Sadri mengaku terus berupaya agar kendala di madrasahnya teratasi.
