Pada Semester I 2025, program PKE / NIA mengalami pertumbuhan yang cukup baik. Total penyaluran pembiayaan PKE mencapai Rp5,5 triliun atau meningkat sekitar 72 persen (YoY) dari Rp3,190 triliun pada Juni 2024. Secara proporsi, fasilitas pembiayaan PKE juga meningkat dari 10 persen menjadi 15 persen dari total portofolio skema fasilitas pembiayaan LPEI. Hal ini sejalan dengan strategi lembaga untuk meningkatkan diversifikasi dukungan melalui program PKE, yang mencakup pembiayaan, penjaminan, dan asuransi untuk sektor-sektor strategis dan kawasan non-tradisional.
Berbagai program PKE telah mengakselerasi sektor-sektor industri strategis, salah satunya adalah program PKE Industri Farmasi yang telah mendorong ekspor vaksin, obat-obatan seperti obat tetes mata, dan peralatan medis seperti jarum suntik hasil produksi Indonesia ke
mancanegara.
Selain aspek keuangan, Indonesia Eximbank juga mencatat kinerja positif pada pelaksanaan mandat non-keuangan dalam bentuk layanan jasa konsultasi, seperti Program Desa Devisa dan Coaching Program for New Exporter (CPNE) sebagai bentuk nyata kontribusi Indonesia Eximbank terhadap pembangunan ekonomi lokal.
