Ada beberapa koleksi penting yang hilang antara lain Kepala Ganesha, koleksi wastra berupa kain batik, dan buku-buku lama, sementara koleksi miniatur lumbung mengalami kerusakan parah. Beberapa koleksi lain, seperti arca Bodhisatwa dan bata berinskripsi mantra-mantra, berhasil diselamatkan juru pelihara Kemenbud.
Fadli Zon bersama tim terus memantau perkembangan dan memastikan Museum Bagawanta Bhari Kediri dapat kembali berfungsi secara optimal sebagai ruang pembelajaran, wisata budaya, dan pelestarian budaya yang terus lestari.
“Saya menghimbau pada pihak yang telah mengambil beberapa koleksi penting tersebut untuk segera bisa mengembalikan dan menyerahkan koleksi pada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI atau pada pihak Museum Bagawanta Bhari Kediri,” tegas Fadli.
Selain Museum Bagawanta Bari Kediri, ada sejumlah Cagar Budaya yang terdampak imbas aksi ricuh, Sabtu (30/8/2025) lalu. Diantaranya:
1. Gedung Grahadi Surabaya. Gedung Cagar Budaya peringkat Provinsi Jawa Timur ini merupakan Rumah Dinas Gubernur Jawa Timur. Bagian utama Gedung dibangun pada tahun 1795 dengan gaya arsitektur yang khas. Bagian gedung yang terbakar di sisi barat bagian depan.
