Bagi sebagian orang, tes urine hanyalah pemeriksaan rutin. Namun bagi Komjen Suyudi, tes ini adalah simbol kejujuran. “Kalau kita ingin bangsa ini terbebas dari narkoba, kita harus berani lebih dulu diuji. Perang melawan narkoba dimulai dari diri sendiri,” katanya dengan nada tegas.
Komjen Suyudi paham bahwa tantangan narkoba di Indonesia semakin kompleks. Data BNN bersama BRIN mencatat prevalensi penyalahgunaan narkoba masih berkisar 1,7% populasi usia produktif, atau setara jutaan jiwa. Polri mencatat ratusan ribu tersangka narkoba dalam lima tahun terakhir. Sindikat internasional kian canggih.
Dalam situasi itu, kepercayaan publik adalah modal utama. Jika aparat penegak hukum pun diragukan integritasnya, perang melawan narkoba akan kehilangan pijakan moral. Itulah sebabnya ia memulai dengan teladan.
Lebih dari Slogan
Slogan War on Drugs for Humanity yang sering digaungkannya bukan sekadar kalimat indah. Ia mewujudkannya dengan tindakan yang sederhana tapi kuat: memberi contoh.
Tes urine massal ini menjadi pesan moral bahwa kepemimpinan sejati tidak hanya memberi arahan, tetapi juga menunjukkan keberanian untuk diawasi. Bahwa integritas bukan hanya wacana, tetapi keberanian diuji secara nyata.

