Jalalabad, sebuah kota perdagangan yang ramai karena lokasinya yang dekat dengan perbatasan Pakistan, memiliki populasi sekitar 300.000 jiwa.
Sebagian besar bangunannya merupakan konstruksi rendah dari beton dan bata, sementara di area pinggirannya terdapat rumah-rumah yang dibangun dari bata lumpur dan kayu, banyak di antaranya dengan konstruksi yang buruk.
Bencana tersebut menjadi pukulan berat bagi Afghanistan yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan, termasuk penurunan drastis bantuan internasional dan gelombang pemulangan paksa warga dari negara-negara tetangga.
Afghanistan memang rawan gempa, terutama di kawasan Pegunungan Hindu Kush yang menjadi titik pertemuan lempeng tektonik India dan Eurasia.
Pada Oktober 2023 lalu, gempa bermagnitudo 6,3 menewaskan sedikitnya 4.000 orang di negara itu. (far)
