Ketua Program Studi Penyiaran Multimedia Vokasi UI, Peny Meliaty Hutabarat, menyebut kemenangan ini sebagai bukti kualitas karya mahasiswa UI.
“Pencapaian ini memperlihatkan bahwa mahasiswa Vokasi UI mampu bersaing di level global, jauh melampaui ruang kelas,” katanya.
Sementara Direktur Vokasi UI, Padang Wicaksono, menegaskan kesuksesan ini lahir dari iklim kreatif kampus. “Kami berusaha memberi ruang seluas-luasnya agar mahasiswa bisa berinovasi dan menembus batas,” ujarnya.
Kini, “Tekaté” bisa dinikmati lebih banyak penonton melalui streaming di Vimeo On Demand hingga 5 Oktober 2025, sebagai bagian dari jaringan Lift-Off Global Network. Publik juga diajak untuk memberikan dukungan lewat voting, yang akan menentukan apakah film ini bisa melaju ke Season Awards dan membuka peluang distribusi lebih besar.
“Setiap suara sangat berarti, bukan hanya bagi film ini, tapi juga untuk membawa nama Indonesia di kancah perfilman internasional,” tuturnya.
Prestasi “Tekaté” menjadi simbol bahwa kreativitas anak muda Indonesia mampu menembus batas global. Dari sebuah tugas kuliah sederhana, film ini berhasil menggetarkan panggung festival horor dunia membawa nama UI dan Indonesia ikut bersinar.(Vinolla)
