“Jujur saya tidak menyangka acara ini bisa sebesar ini. Banyak yang membantu tanpa kenal lelah, bahkan rela tidak tidur demi menyukseskan kegiatan ini. Semoga bisa jadi agenda tahunan di Ciganjur,” kata Ayas penuh rasa syukur.
Sebagai penutup, Ayas menyampaikan pesan inspiratif bagi anak muda agar berani mengambil peran dalam pelestarian budaya Nusantara.
“Saya ini bukan siapa-siapa, tapi saya memulai dari apa yang saya bisa, dari hal kecil yang saya miliki. Kalau pun tidak tercapai hari ini, mungkin besok atau lusa akan terwujud dengan cara yang tak pernah kita bayangkan. Yang penting, jangan berhenti mencintai dan melestarikan tari Nusantara,” jelas Ayas.
Dengan antusiasme masyarakat yang hadir, Ruang Laskar Bersama Maestro bukan sekadar ruang latihan, melainkan simbol awal kebangkitan seni tari dari Sanggar Laskar Sepuluh untuk generasi masa kini dan mendatang. (Vinolla)
