Di menit 22, pertandingan semakin menarik saat kiper SDN 075 Jatayu Tiara Rizky Qulsum. mengalami cedera dan digantikan Arsifa Kayla Putri. Meski berposisi sebagai penyerang, Arsifa memberikan dampak positif dengan penampilan yang luar biasa di bawah mistar gawang. Hal itu dilihat dari beberapa peluang emas dari SD Pelita berhasil dimentahkan, termasuk tendangan bebas yang dilakukan Naquita di menit 24. Situasi itu membuat para pemain SDN 075 Jatayu semakin bersemangat untuk mengejar ketertinggalan. Hasilnya, juara bertahan MilkLife Soccer Challenge Bandung 2025 Juni lalu itu, berhasil memperkecil kedudukan berkat Nayswa di menit 29. Gol tersebut tercipta setelah tendangan dari jarak jauhnya tak mampu diantisipasi kiper SD Pelita Adzkia Nabila Habibah.
Di penghujung laga, SD Pelita bahkan hampir mencetak gol keduanya lewat aksi individu yang dilakukan Nayswa dari tengah ke dalam kotak gawang lawan. Akan tetapi, tendangannya masih belum menemui sasaran. Skor 4-1 untuk SD Pelita bertahan hingga pertandingan berakhir.
Pelatih SD Pelita Kaka Hielmy mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang berhasil memboyong gelar juara MilklLife Soccer Challenge Bandung di sektor KU 10 untuk kali pertama. Menurutnya, keberhasilan itu tak lepas karena kegigihan para pemain melakukan latihan sebelum mengikuti ajang tersebut.
“Mereka ini sudah dipersiapkan jauh-jauh hari, Latihan kita bukan satu minggu tiga kali, tapi satu minggu lima kali. Beberapa pemain kita juga Latihan di SSB, jadi latihannya bukan hanya di sekolah saja, tapi di SSB masing-masing. Di partai final ini, kami tekankan ke pemain tentang taktikal dan finishing,” ucap Kaka.
