Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Bandung Fauzi Bramantio menuturkan, selaras dengan masifnya pembibitan di usia dini melalui gelaran Milklife Soccer Challenge yang diadakan dua kali dalam setahun, torehan prestasi pesepakbola putri Jawa Barat pun mulai terlihat. Setelah pada 2024 merebut medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON), atlet-atlet Kota Kembang juga menjuarai Piala Pertiwi All Stars 2025 U-14 & U-16 2025 di Kudus, Juli lalu.
“Atmosfer sepak bola putri di Jawa Barat, khususnya Bandung ini sangat kuat. Setelah tahun lalu dapat medali emas di PON dan menjuarai Piala Pertiwi All Stars 2025, kini banyak sekolah sepak bola membuka kelas khusus putri. Ini menjadi hal positif bagi kebangkitan sepak bola putri di Bandung. Selain dalam urusan prestasi, di pembibitan pun semakin meningkat dengan hadirnya bakat-bakat baru di Miliklife Soccer Challenge kali ini,” ujar Fauzi.
Senada dengan hal tersebut, Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono menuturkan, Bandung memiliki segudang talenta berbakat yang bisa diasah menjadi pesepakbola profesional di masa mendatang. Inilah yang menjadi alasan mengapa Kota Kembang selalu menjadi salah satu kota penyelenggaraan turnamen yang menyasar KU 10 dan KU 12 tersebut. Ia berharap, gelaran MilkLife Soccer Challenge yang rutin diadakan di Bandung dapat melahirkan atlet-atlet yang kelak menjadi fondasi kejayaan sepak bola putri Indonesia di panggung dunia.
