Kasus ini menjadi sorotan, mengingat pentingnya kepatuhan terhadap regulasi lingkungan demi keberlanjutan dan kesehatan ekosistem serta masyarakat.
Selain bergerak di industri hebel, PT INS juga memiliki cakupan usaha luas dalam pengelolaan dugaan limbah berbahaya, remediasi dan daur ulang.
Kombinasi industri material konstruksi dan pengelolaan limbah berpotensi menimbulkan sensitivitas di bidang lingkungan hidup, K3, serta keamanan pasokan bahan kimia dan energi yang dapat meningkatkan pemanasan global.
Dampak signifikan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, penduduk yang tinggal di sekitar juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Hal itu mengingatkan pada peristiwa 5 tahun lalu, salah satu pabrik batu bata PT AI yang berada di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, beroperasi tanpa kenal waktu, dampak polusi udara, bising dan dapat mengganggu kesehatan warga setiap harinya. Kondisi itu sempat memicu aksi demonstrasi warga terhadap operasional pabrik.
PT AI yang juga bergerak di bidang produksi bata ringan/hebel dan sejenisnya itu dari hasil penelusuran ternyata diduga ada kesamaan dengan dijalankan oleh PT INS, antara kedua perusahaan bergerak di sektor usaha serupa.

