“Harapan saya Festival Teater Indonesia bisa menjadi pertemuan yang berdampak positif bagi ekosistem teater Indonesia, bagi seniman teater dan kelompok teaternya, bagi produser, penonton, dan bagian-bagian lain dari ekosistem teater Indonesia. Juga harapannya adalah pertemuan sebagai semangat dari Festival Teater Indonesia ini bisa mendorong kawan-kawan seniman untuk berbagi gagasan, untuk melihat, bertukar pandang, bertukar pikiran tentang bagaimana praktik artistik di wilayah masing-masing dan semoga itu bisa memantik kreativitas yang lebih jauh lagi, yang lebih produktif lagi bagi ekosistem teater tanah air,” ujar Shinta Febriany, anggota Dewan Pengawas FTI yang menjabat sebagai Ketua Umum Penastri.
Pada bulan Desember nanti, FTI akan menampilkan 5 kelompok teater per kota (4 kelompok dari kurasi panggilan terbuka dan 1 kelompok undangan lintas wilayah). Total akan ada 20 pertunjukan teater naskah adaptasi karya sastra Indonesia selama FTI 2025 berlangsung.
“FTI akan jadi proses yang sangat menyenangkan karena melibatkan banyak sekali komunitas dan kelompok-kelompok teater. Kita akan mendengarkan gagasan, pikiran, mungkin berdebat atau saling menyanggah, tapi tetap berangkulan dengan hangat. Saya rasa pada akhirnya nanti FTI menjadi ruang kebersamaan. Inginnya siapa pun yang terlibat punya rasa memiliki karena Festival Teater Indonesia adalah ruang kekeluargaan yang bisa menjadi ruang pertemuan untuk kita terus bertumbuh, ruang berkomunikasi, atau ruang apa pun sebagai alternatif untuk mewujudkan kreativitas kita,” tutur Happy Salma tentang harapannya terhadap Festival Teater Indonesia 2025.
