“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Sudin kesehatan, Puskesmas Kecamatan Makasar, pasukan putih Pemprov DKI, komunitas warga serta Departemen Fisik dan Rehabilitasi SDM FKUI atas sinergi yang dibangun,” kata Achmad.
Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada para kader Posyandu Lansia dan keluarga lansia yang terus aktif dalam mendukung program ini.
Diharapkan program ini dapat menjadi solusi layanan Lansia terintegrasi di Jakarta Timur. Sekaligus menjadi contoh bagi wilayah lain di DKI Jakarta. Inovasi Silat Si Pitung juga mencerminkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi dan masyarakat dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif, adaptif dan berkelanjutan.
Camat Makasar, Kamal Alatas menambahkan, sejak Maret 2025 inovasi ini telah dijalankan di wilayah kecamatan Cipinang Melayu. Rencananya akan direplikasi di semua kelurahan di Kecamatan Makasar. Dari 13 RW yang ada saat ini dipilih 3 RW dengan jumlah lansia ketergantungan berat dan total terbanyak.
