Menlu Sugiono juga menggarisbawahi kembali komitmen Indonesia mendukung penuh rakyat Palestina. “Tidak akan ada perdamaian abadi tanpa solusi dua negara. Jalan menuju perdamaian tetap satu: terwujudnya Negara Palestina merdeka dan berdaulat dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya,” pungkasnya.
Pertemuan menghasilkan Joint Communiqué yang berisi kecaman kolektif atas serangan Israel ke Doha sebagai bentuk pelanggaran nyata terhadap kedaulatan dan hukum internasional serta menegaskan solidaritas terhadap Qatar dan dukungan terhadap upaya mediasi Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat.
Komunike juga memuat komitmen bersama untuk terus mendorong Solusi Dua Negara, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), yang beranggotakan 57 negara termasuk Indonesia, dibentuk pada tahun 1969. KTT Darurat di Doha menjadi momentum penting bagi dunia Islam untuk menunjukkan kepemimpinan kolektif dalam memperjuangkan perdamaian, keadilan, dan solidaritas di kawasan.
KTT Darurat Arab-Islam di Doha dipimpin Amir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, dan dihadiri 22 Kepala Negara dan Pemerintahan anggota OKI dan Liga Arab, termasuk Presiden Turki, Presiden Palestina, Presiden Iran, Perdana Menteri Arab Saudi, Perdana Menteri Pakistan, dan Perdana Menteri Malaysia. (ahmad)
