Kedua, ditemukan bakteri Bacillus cereus, yang menurut otoritas pangan Australia biasanya muncul akibat penyimpanan nasi yang tidak tepat.
“Kami menerima 163 sampel keracunan makanan MBG sejak Januari 2025, dikirim dari 11 kabupaten/kota. Dari total 20 KLB, 23% sampel positif bakteri berbahaya, termasuk Vibrio cholerae, Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli,” ungkap Kepala Labkes Jabar, Ryan Bayusantika Ristandi.
Lima Kategori Pemicu Menurut WHO
Prof Tjandra merinci klasifikasi WHO terkait penyebab umum keracunan makanan yang patut diwaspadai:
1. Bakteri: Salmonella, Campylobacter, E. coli, Listeria, Vibrio cholerae.
2. Virus: Norovirus, Hepatitis A.
3. Parasit: trematoda, Taenia (cacing pita), Ascaris, Giardia.
4. Prion: protein abnormal seperti Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE).
5. Bahan kimia: logam berat (timbal, kadmium, merkuri) dan polutan organik.
“Daftar tersebut adalah rujukan global dari WHO dan harus menjadi peringatan untuk meningkatkan kewaspadaan di Indonesia,” tegasnya.
