Maria Ulfa, Peneliti Ahli Madya di Pusat Riset Elektronika dan juga Ketua Pelaksana The 2nd Symposium on Advanced Photovoltaics 2025 menyampaikan bahwa simposium ini terselenggara atas kerja sama BRIN dengan Indonesian Solar Energy Research Society yang bertujuan untuk membuka jaringan global peneliti Indonesia yang aktif terlibat dalam penelitian Photovoltaic, baik di kalangan peneliti dalam negeri maupun luar negeri.
“Simposium ini akan menyediakan platform untuk pertukaran pengetahuan, sinergi dan kolaborasi untuk memajukan penelitian fotovoltaik di Indonesia dan juga untuk memfasilitasi diskusi teknis terkait Photovoltaic canggih, seperti teknologi baru, material baru, peningkatan kinerja, dan peningkatan keandalan,” ujar Maria.
Maria menambahkan bahwa ruang lingkup dari simposium ini adalah topik-topik mengenai Photovoltaic tingkat lanjut namun tidak terbatas pada beberapa topik di antaranya adalah perangkat Photovoltaic terintegrasi; Photovoltaic film tipis: CZTS, CIGS dan Kesterit dan lainnya.
