“Simposium ini membahas juga teknologi sel surya; pemodelan dan simulasi molekul, material dan perangkat; konsep dan metode konversi energi surya; manufaktur dan skalabilitas sel surya; dan juga peningkatan kinerja dan daya tahan sel surya,” ungkap Maria.
Selain narasumber global yang terdiri dari negara Jepang, Cina, Italia, Korea, Singapura, Jerman dan Indonesia, juga terdapat sesi presentasi young scientist yang akan menyampaikan update riset sel surya dari berbagai institusi dalam negeri. “Kami harap akan banyak ilmu dan insight baru di bidang sel surya yang diperoleh dari para narasumber sehingga kendala yang kita hadapi selama ini di Indonesia bisa terpecahkan satu per satu. Selain itu kami harap melalui simposium ini menjadi wadah periset untuk semakin solid, saling bekerja sama guna mewujudkan pemakaian energi surya di Indonesia dalam skala besar,” pungkas Maria. (tim)
