Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menyebut keberhasilan ekspor ini bukan sekadar pencapaian bisnis, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi warga desa.
“Kami bangga Kebumen kini menjadi basis produksi ekspor. Lebih dari 300 perajin lokal terlibat, sehingga manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ucap Lilis Nuryani, Rabu (17/9/2025).
Direktur AgrominaFiber, Rudi Hermawan, menambahkan bahwa keunikan produk mereka terletak pada tekstur alami pelepah pisang dan eceng gondok yang dipadukan dengan pewarna organik.
“Pasar global menyukai karakter alami produk kami. Setelah Dubai, Belgia, Nigeria, dan Cile, kini Amerika menjadi tujuan baru. Kami optimistis akan ada pesanan ulang sekaligus permintaan produk inovatif seperti topi anyaman dan desain keranjang terbaru,” jelas Rudi.
Data Kemendag mencatat, ekspor produk kerajinan nasional pada Januari–Juni 2025 tumbuh 7,39% dibanding periode yang sama tahun lalu, dengan total nilai USD 253,72 juta. Sementara pasar global untuk dekorasi rumah berbahan serat alam mencapai lebih dari USD 6 miliar pada 2024 dan terus tumbuh, terutama di AS dan Uni Eropa.
