Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur, Deden Muhammad Fajar Shiddiq, menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah pusat, daerah, dan UMKM.
“Ekspor perdana ini adalah contoh nyata kerja bersama. Kami akan terus mendampingi UMKM menjaga kualitas dan memperluas pasar,” kata Deden.
Untuk menjaga momentum, Kemendag menyiapkan strategi tiga jalur:
1. Pengamanan pasar dalam negeri agar UMKM tetap kuat di pasar lokal.
2. Perluasan pasar ekspor dengan promosi internasional.
3. Peningkatan kapasitas UMKM melalui program UMKM BISA Ekspor.
Sepanjang Januari–Agustus 2025, Kemendag telah memfasilitasi 462 business matching dengan 33 negara mitra dengan nilai transaksi mencapai USD 90,90 juta. Dengan jejaring global yang terus diperkuat, produk kerajinan serat alam Indonesia akan semakin mendapat tempat di hati konsumen dunia.(Vinolla)
