Hal ini dilengkapi pula dengan warna tata kelola pemerintahan diisi para personel dan atau satuan militer, anti kritik, anti dialog, dan anti demokrasi.
Hal ini pertahan-lahan menunjukkan kepada rakyat bahwa pemerintahan saat ini dilengkapi alat represi dan taring fasis yang tidak kenal HAM. Wujud nyatanya dapat dilihat hingga saat ini masih ada lebih dari 5000 orang ditangkap, lebih dari 959 aktivis dikriminalisasi, dan 11 orang syahid setelah penyampaian aspirasi dan kritik dilayangkan.
Di bawah kobaran api semangat perjuangan sumpah pemuda dalam tata perjuangan sejarah, para pengunjuk rasa menyampaikan beberapa tuntutannya, antara lain, menghentikan dan mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) mahal, beracun, dan gagal.
Dan mengembalikan Rp226 miliar anggaran pendidikan yang diambil untuk MBG, dikembalikan pada anggaran pendidikan.
Kedua, menjalankan kebijakan alokasi anggaran pendidikan 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang substansial, merata, dan tidak diskriminatif.
