Selain berbicara soal pers, Wali Nanggroe juga menjelaskan sejarah lahirnya lembaga Wali Nanggroe dan peranannya pasca-MoU Helsinki. Ia menceritakan masa perjuangan saat menjabat sebagai Perdana Menteri dalam gerakan Aceh Merdeka dan menegaskan pentingnya menjaga marwah adat serta budaya Aceh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Selesai dari Gedung Wali Nanggroe, rombongan kembali ke Hotel Hermes Palace untuk beristirahat sejenak. Pada malam harinya, peserta dijamu oleh Pemerintah Kota Banda Aceh di Balai Kota. Wali Kota Illiza Saaduddin Djamal berhalangan hadir dan diwakili Wakil Wali Kota Afdal Khalilullah bersama Sekda.
Afdal menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh menyambut baik semangat SPS dalam memperkuat peran media sebagai pilar demokrasi.
Pada siang harinya, SPS juga menggelar pertemuan dan jamuan makan bersama Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) serta pengurus SPS Pusat.
Menurut Muktarrudin, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara dunia pers dan lembaga strategis Aceh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis informasi yang sehat.
