“Melalui Continuous Auditing and Continuous Monitoring (CACM), pengawasan tak lagi bersifat periodik, tapi dilakukan hampir real time memanfaatkan data transaksi, log system, sensor. Meski kontrol terhadap automasi dan validasi algoritma tetap harus dijaga agar hasil pengawasan akurat dan dapat dipercaya,” kata Totok.
Guru Besar Akuntansi Forensik Sektor Publik Universitas Negeri Surabaya, Dian Anita Nuswantara, menyoroti adanya kesenjangan dalam audit tradisional yang belum mampu mendeteksi penipuan modern yang kompleks.
Dia merekomendasikan penguatan bidang akuntansi forensik melalui investasi pendidikan khusus, sertifikasi profesional, integrasi teknologi mutakhir, serta pengakuan regulasi formal.
“Hal itu guna memperkuat integritas ekonomi nasional,” ujar Dian.
Sementara, President of Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) Chapter Indonesia, Hery Subowo menekankan pentingnya penguatan internal audit sebagai langkah kunci dalam pencegahan dan pendeteksian fraud.
Dia juga mengungkapkan, fenomena baru di dunia kejahatan siber yang kini berkembang menyerupai industri profesional.

