“Penting penguatan internal audit, untuk pencegahan dan pendeteksian fraud,” tegas Hery.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan BPKP, Raden Murwantara menambahkan, BPKP berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi dan peningkatan kapasitas pengawasan intern berbasis digital.
“Penerapan forensik digital bukan hanya mendukung pencegahan dan deteksi fraud, tapi juga memperkuat akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan negara,” tegas Raden.
Diketahui, kegiatan ini diikuti lebih dari 5.771 peserta, sebagian besar merupakan auditor yang berasal dari BPKP, Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, serta BUMN.
Webinar ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kapasitas auditor internal dalam menghadapi tantangan pengawasan di era digital, sekaligus memperkuat kolaborasi antar lembaga dalam penerapan forensik digital sebagai bagian dari pengawasan intern pemerintah. (Joesvicar Iqbal)

