Serangan quick yang cepat dan servis tajam dari tim TNI AU berhasil merusak receive LavAni. Setelah kejar-kejaran poin yang ketat di paruh akhir, TNI AU berhasil mencuri set pembuka dengan skor tipis 27-25.
Tersentak kehilangan set pertama, pelatih LavAni, Erwin Rusni segera melakukan evaluasi cepat. Pada set kedua, LavAni mulai menemukan ritme permainannya. Kualitas receive diperbaiki, dan setter LavAni mulai lebih variatif dalam mendistribusikan bola. Block rapat yang digalang pemain LavAni menjadi tembok tebal yang efektif meredam serangan-serangan TNI AU. Dominasi LavAni pun tak terhindarkan, menutup set kedua dengan kemenangan 25-19 dan menyamakan kedudukan 1-1.
Momentum sepenuhnya beralih ke kubu LavAni di set ketiga. Mereka tampil semakin tenang dan memanfaatkan service ace serta back attack yang sulit dibaca oleh lawan. Meski TNI AU berusaha bangkit di set ketiga dan keempat, keunggulan kualitas dan pengalaman (meski dengan pemain lapis) dari LavAni menjadi pembeda krusial.
LavAni mampu mempertahankan konsistensi dan menekan pertahanan lawan secara intens. Mereka mengunci set ketiga dengan 25-23 dan menutup perlawanan fight dari TNI AU di set keempat dengan skor 25-22, sekaligus memastikan kemenangan 3-1.
