Usai laga pelatih LavAni, Erwin Rusni, bersyukur atas kemenangan ini, namun tetap menyoroti area yang perlu ditingkatkan jelang Grand Final.
“Secara hasil, kami tentu bersyukur dengan kemenangan 3-1, apalagi setelah tertinggal di set pertama. Ini menunjukkan mental anak-anak sudah membaik dan mereka bisa comeback,” ujar Erwin.
“Namun, masih ada pekerjaan rumah besar, terutama service error yang masih terlalu sering. Seharusnya kami bisa menekan lawan sejak awal. Ini menjadi modal bagus bagi pemain lapis kami yang sudah menunjukkan kelasnya, tapi kami harus lebih fokus di Grand Final nanti,” tegasnya.
Sementara itu pelatih TNI AU, Sukirno tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya, khususnya para pemain muda yang tampil tanpa beban.
“Kami akui LavAni bermain sangat konsisten hari ini, terutama di tiga set terakhir. Kami memilih menurunkan banyak pemain muda karena kami sudah lolos, dan ini adalah ajang untuk menguji kedalaman skuad,” jelas Sukirno.
“Meskipun kalah, saya bangga dengan semangat juang mereka yang berani melawan tim sekelas LavAni. Masalah utama kami, seperti yang terlihat, adalah receive yang masih goyah di bawah tekanan service lawan. Ini akan menjadi evaluasi penting bagi kami sebelum bertemu lagi di laga puncak,” pungkasnya.(bam)
