Sejauh ini, Duta sudah menyiapkan diri dengan baik. Ia juga sudah melihat dan mempelajari permainan Martirosyan.
“Saya persiapannya so far sudah mencoba. Yang penting saya openingnya aman-aman saja, saya bisa lanjutkannya dengan aman saja dan bisa memenangkannya,” kata Satria Duta.
Lawan saya sih kalau bermain blitz, catur-catur cepat sangat kuat. Tapi kalau klasik sih masih kuat juga. Tapi saya sih yang penting kalau openingnya aman, saya masih bisa menang,” imbuh Duta yang kini berusia 17 tahun.
Ketua Umum PB Percasi Utut Adianto memberikan motivasi kepada Satria Duta bisa bermain maksimal. Menurut Utut, Duta akan ditemani GM Susanto Megaranto sebagai pelatih dan Nanang selaku Wasekjen PB Percasi.
“Besok dia ikut World Cup, yang main di sana diseleksi. Dia masih bisa main aja kita ikut bangga,” ujar Utut.
Mengenai lawan yang akan dihadapi Duta merupakan pemegang gelar Grand Master dengan elorating 2626, Utut berujar “Takut gak dia (Duta)? Biasa. Bermainlah yang baik,” kata Utut.
Sedangkan Eka Putra Wirya menilai, Satria Duta merupakan pecatur muda yang gigih dan pekerja keras.
