IPOL.ID – Ada satu inovasi siswa madrasah yang dipamerkan pada Annual International Conference on Islam, Science, and Society (AICIS+) yang berlangsung di Universitas Islam Internasional Indonesia, Kota Depok. Inovasi itu berupa wahana bermain kanvas dan gundu yang ternyata juga bermanfaat dalam membantu siswa disabilitas untuk mengenal huruf Alquran.
Adalah Nur Syahwa Syakila atau yang akrab disapa Kayla, Peserta Didik Penyandang Disabilitas (PDPD) pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 11 Jakarta, yang memanfaatkan inovasi ini untuk mengaji. “Siswa ini menemukan inovasi baru dalam pengenalan huruf al-Quran dengan menggunakan kanvas yang ditempeli gundu-gundu kecil seperti braille.
Temuan ini terus disempurnakan agar membantu,” terang Kepala MAN 11 Jakarta, Halimatus Sakdiyah, di kampus UIII Depok, mengutip Kamis (30/10/2025).
MAN 11 Jakarta dikenal sebagai salah satu madrasah inklusi binaan Kementerian Agama. Madrasah ini mendidik Peserta Didik Penyandang Disabilitas bersama dengan peserta didik yang lain. Ragam disabilitas siwa di madrasah ini diantaranya keterbatasan penglihatan, ADHD, asperger, slow learn, cerdas bakat Istimewa (CIBI), kesulitan belajar spesifik yang semuanya berjumlah 66 orang. Madrasah ini ikut membuka stan pameran pada AICIS+ 2025, menjadi bagian dari pameran deversifikasi madrasah di Indonesia, mulai madrasah keagamaan, madrasah akademik, madrasah keterampilan, dan madrasah inklusi.
