“Jadi rekan-rekan, pada kesempatan ini saya sampaikan bahwa pada tanggal tersebut setelah kejadian kita pun sebenarnya sudah melakukan langkah-langkah dengan membuat laporan polisi yang dilakukan oleh Polresta Sidoarjo,” katanya.
Namun, kata Nanang, karena melihat situasi di lokasi kejadian saat itu, di mana ada sebagian besar korban masih terjebak reruntuhan, polisi pun mengedepankan proses pencarian dan penyelamatan terlebih dahulu.
Namun di samping itu, polisi juga terus mengumpulkan sejumlah bukti di lokasi kejadian. Termasuk juga file dan data-data terkait bangunan roboh tersebut.
“Yang ini terus berlanjut beberapa hari. Di samping itu juga memang kita melakukan langkah-langkah di dalam proses penyelidikan itu sendiri. Sambil berjalan dan semua itu paralel,” ujarnya.
Kini, usai proses evakuasi selesai, Polda Jatim pun membentuk tim khusus untuk menangani tragedi Al Khozini. Yang terdiri dari dua direktorat sekaligus, yakni Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum).
